What is KASKUS?

kaskus1
kaskus-screenshot

Kaskus adalah situs forum komunitas maya terbesar Indonesia.[1][2][3] Kaskus lahir pada tanggal 6 November 2000 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Situs ini dikelola oleh PT. Darta Media Indonesia.[4][5] Anggotanya, yang berjumlah lebih dari 650.000, tidak hanya berdomisili dari Indonesia namun tersebar juga hingga negara lainnya. Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa.

Kaskus, yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk,[5] bermula dari sekedar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 500.000 orang, dengan jumlah page view melebihi 3.500.000 setiap harinya.

Menurut Alexa.com, pada bulan Agustus 2008 Kaskus berada di peringkat 290 dunia dan menduduki peringkat 7 situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.[1]

Kaskus Radio merupakan sebuah Radio Internet Indonesia dibawah naungan komunitas kaskus. Kaskus radio yang biasa disingkat KR memiliki lebih dari 20 penyiar. Radio yang memutarkan lagu selama 24 jam ini juga memutarkan lagu dari berbagai bahasa, Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, dan masih banyak lagi.

Pada bulan Agustus 2005, PC Magazine Indonesia memberikan penghargaan kepada situs Kaskus sebagai situs terbaik dan komunitas terbesar, kemudian Kaskus terpilih kembali sebagai website terbaik pilihan pembaca PC Magazine pada 2006.

Pada tanggal 23 Mei 2006 manajemen Kaskus terpaksa mengubah domain dari .com menjadi .us, karena penyebaran virus Brontok yang dibuat dengan tujuan menyerang situs-situs besar Indonesia dimana Kaskus masuk dalam target penyerangan.

Awal April 2007, manajemen Kaskus menambah 2 server baru untuk meningkatkan performance situs Kaskus (Dell Server).

Sejarah
Pada Juli 2008, Pengelola Kaskus akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan server Kaskus di Indonesia. Untuk keperluan tersebut Kaskus membeli 8 server Dell PowerEdge 2950 dan dioperasikan melalui jaringan open IXP. Akibat dari ini akses Kaskus berlipat ganda dan akhirnya pengelola berencana menambahkan 8 server lagi sehingga total yang akan beroperasi di bulan September adalah 16 server.

Serangan DDOS
Pada tanggal 16—17 Mei 2008, Kaskus diserang menggunakan teknik DDoS (Distributed Denial of Service) oleh oknum yang diduga berasal dari komunitas YogyaFree.[6] Serangan ini menyebabkan database Kaskus corrupt sehingga administrator terpaksa mengunci thread-thread yang ada.

Penyerangan tersebut diduga terkait dengan peristiwa perusakan (deface) situs YogyaFree beberapa hari sebelumnya.[6] Penyerang yang mengklaim dirinya sebagai salah satu anggota Kaskus juga melontarkan celaan yang bernada mengejek di salah satu bagian forum YogyaFree. Hal tersebut membuat beberapa anggota YogyaFree berang, dan kemudian balik menyerang Kaskus dengan DDoS. Akibatnya, administrator Kaskus terpaksa mematikan server Kaskus.[6]

Perang cyber antara kedua komunitas ini akhirnya selesai ketika kedua pengelola situs menandatangani memorandum online untuk menyudahkan pertikaian di antara keduanya. Pesan tersebut dipampang selama beberapa minggu di halaman situs masing-masing.

Meskipun kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan ini cukup berat,[6] administrator Kaskus menjanjikan bahwa Kaskus akan kembali normal pada bulan Juli 2008, seiring dengan diluncurkannya server baru Kaskus di gedung Cyber, Jakarta.[6] Namun, ia juga mengatakan bahwa data-data yang akan dimunculkan kembali adalah data yang dimuat sebelum tahun 2008, sementara data yang dibuat selama tahun 2008 tidak dapat dimunculkan kembali.

Add a comment January 8, 2009

Unique labeling

canadian_spring_water_in_unique_private_labeled_bottles

Canadian spring water (pure flat or sparkling with natural flavors) in unique bottles with private labels and logo. Great product for restaurants, golf courses, hotels and resorts, caterers, hospitals, department stores, trade shows, gift baskets, health clubs, schools, fund raisers, sport events, spas, and more.

Add a comment December 14, 2008

unique design package 3

innocent_orange_cartons

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Innocent unveils new orange juice range in carton packaging
The first cartons of innocent orange juice go on sale today (4 August) in the Tesco and Sainsbury’s supermarket chains, with a recommended price of £1.89 (€2.38) per litre.

Add a comment December 14, 2008

Unique design package 2

479_popcoprn_04
479° Popcorn, designed by San Francisco based The Engine Room, is an artisan, organic popcorn product with lots of fun, 8 unique flavors

Add a comment December 14, 2008

Unique design package 1

blockhead2

Designed by Brandhouse, Blockhead is a new brand of sun protectant for extreme sports enthusiasts, it is a unique container with a simple yet striking design that stands out.

Add a comment December 14, 2008

Mengamati perilaku pasar konsumen

Apa yang dimaksud dengan Perilaku Konsumen?
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Tentunya kita ingat dengan 5W+1H

Why : Mengapa mendapatkan barang/jasa tersebut?

What : Berupa apa barang/jasa tersebut?

Who : Siapa yang mendapatkan barang/jasa itu?

When : Kapan bisa didapatkan barang/jasa tersebut?

Where : Dimana barang/jasa tersebut bias didapatkan?

How : Bagaimana barang/jasa tersebut didapatkan?

Contohnya :

Si A, mahasiswa universitas swasta terkenal di Jakarta (Who) ingin membeli (How) Nokia E90 (What). Ia ingin membeli E90 karena HP teman-teman sepermainan si A canggih semua (Why). Ia berencana membelinya akhir minggu ini setelah mendapatkan uang saku dari orang tua (When) di pusat perdagangan HP di dekat kampusnya (Where).

untitled-1-copy1

Add a comment December 8, 2008

pengertian Marketing :)

Apa itu marketing? Definisi memang banyak, tetapi pengertian yang paling mutahir mengenai istilah itu mengatakan bahwa marketing adalah upaya untuk menciptakan dan melayani pasar sasaran lebih baik dari pesaing.

Kita tidak hidup di zaman Henry Ford yang mengatakan bahwa “anda dapat memperoleh warna (mobil) apa saja sejauh itu adalah hitam”. Tetapi kita hidup di zaman generasi X dan Y yang mudah mengatakan “go to hell with your product” dengan ringan dan tanpa dosa. Kita hidup di era persaingan yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga “tidak terdefinisikan dengan jelas”. Tidak heran apabila di seantero dunia orang berteriak “marketing – marketing – marketing”. Peter F. Drucker malah mengatakan bahwa pada akhirnya, di perusahaan hanya ada dua fungsi yaitu inovasi dan marketing.

Untuk menang dalam keadaan seperti itu, tidak ada cara lain bagi perusahaan kecuali mentransformasikan dirinya menjadi the marketing company. Suatu perusahaan yang digerakkan oleh dan untuk “melayani pasar lebih baik dari pesaing”.

Pasar di sini memang bermacam-macam, tetapi dari sudut upaya untuk mengembangkan perusahaan menjadi berjiwa pemasaran, pasar dapat dibagi menjadi dua: pasar eksternal (external market) dan pasar internal (internal market).

Anda pasti sudah bosan mendengar cerita tentang external market, yaitu pelanggan. Yang menarik untuk diperhatikan adalah internal market (baca: pelanggan) yang berasal dari dalam perusahaan yang sama. Misalnya pelanggan bagian SDM (Sumber Daya Manusia) adalah para karyawan lainnya (termasuk karyawan SDM itu sendiri), nasabah dari bagian pergudangan (di perusahaan perdagangan atau manufaktur) adalah bagian pembelian, produksi, dan bagian penjualan yang memanfaatkan jasa mereka untuk penyimpanan bahan/produk.

Internal market ini memang merupakan istilah yang dimunculkan untuk menumbuhkan semangat marketing, yaitu melayani nasabah. Tetapi sayang dalam implementasinya sering kali terdapat berbagai hambatan yang membuat istilah internal market/customer ini menjadi jargon usang yang hanya ada “di bibir saja”.

Kenapa? Penyebabnya macam-macam. Yang pertama adalah tidak adanya kompetisi. Berbagai bagian yang melayani bagian lain dari perusahaan yang sama memiliki sifat monopoli atas pasar yang dilayaninya. Sejarah telah membuktikan bhawa sifat monopoli ini tidak dapat menumbuhkan jiwa marketing sejati. Malah ada yang mengatakan bahwa “tidak perlu berbuat apa-apa untuk meraih kemenangan di pasar yang monopolistik”. Contohnya adalah PLN (Perusahaan Listrik Negara). Apa yang dapat anda lakukan apabila tidak puas dengan pelayanan PLN? Anda tidak tidak berbuat apa-apa kecuali meringis dan mencibir sinis (kecuali anda memilih untuk hidup tanpa listrik).

Sehubungan dengan hal tersebut, maka harus dibuat kompetisi bagi unit internal perusahaan yang memungkinkan unit tersebut hilang apabila tidak dapat bersaing. Misalnya biaya rekrutmen yang harus dikeluarkan oleh unit rekrutmen per karyawan adalah Rp. 3 juta. Apabila dapat ditemukan biaya jasa Human Resource consultant untuk mengerjakan hal yang sama dengan biaya di bawah Rp. 3juta, maka unit rekrutmen perusahaan dapat dibubarkan karena tidak dapat bersaing dengan kompetitornya, dan pekerjaan tersebut di-outsource-kan ke konsultan luar.

Hambatan yang kedua adalah masalah performance measurement (pengukuran kinerja). Ukuran keberhasilan bagian yang melayani nasabah luar (misalnya bagian penjualan) sangat jelas, yaitu pertumbuhan bisis dan pelayanan pelanggan. Apabila pelanggan tidak dilayani dengan baik, ia akan mengatakan “good bye”. Yang mengukur kinerja adalah pelanggan. Atasan hanya menerjemahkannya dalam bentuk yang berbeda, seperti penurunan/peningkatan jumlah penjualan, pesanan, kepuasan pelanggan dan sebagainya.

Pada unit internal, pengukuran kinerja tidak melibatkan pelanggan. Walau pun telah dikampanyekan budaya pelayanan pelanggan/nasabah internal (internal marketing), tetapi pada akhirnya pelanggan yang dilayani sama sekali tidak memiliki “suara” untuk menentukan sukses/tidaknya bagian tersebut. Yang menentukan bagus/tidaknya kinerja adalah atasan yang bersangkutan, bukan pasar. Dengan demikian, penilaian menjadi bias, bukan penilaian marketing yang sebenarnya. Mungkin ada yang protes dan mengatakan bahwa “seharusnya-atasan tersebut sudah dapat menilai dengan objektif”. Well….we wish that’s true, tetapi sayangnya dalam kebanyakan perusahaan, itu hanyalah harapan dan suatu wishful thinking.

Kalau begitu bagaimana dong? Ya….kembali ke pengertian marketing yang sebenarnya, yaitu “melayani pelanggan lebih baik dari kompetitor”. Internal customer harus memiliki hak yang sama dengan external customer. Mereka harus memiliki hak untuk memilih (menggunakan jasa yang ditawarkan oleh bagian internal perusahaan atau outsource ke luar), dan mereka juga harus membayar jasa yang dinikmatinya (internal charging) apabila mereka memanfaatkan pelayanan dari bagian internal lainnya.

dikutip dari
-Internal Marketing(Jopie Jusuf)

Add a comment December 8, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 comment December 7, 2008

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

January 2012
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.